Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2020

Cara Menanam dan Merawat Lidah Buaya



Cara Menanam dan Merawat Lidah Buaya
 - Cara yang tepat bagaimana cara menanam dan merawat tanaman  lidah buaya di dalam pot atau Polybag agar cepat tumbuh besar .



Monsutor.com - Untuk melakukan budidaya tanaman Lidah buaya termasuk gampang, namun jika salah perawatannya misalnya terlalu sering menyiram bukannya tambah subur dan besar malah akan mati dan busuk.

Lalu bagaimana cara menanam dan merawat lidah buaya yang baik dan benar agar cepat tumbuh besar dan subur ?


Tanaman Lidah Buaya.


Sebelum masuk bagaimana cara tepat menanam dan merawat tanaman lidah buaya tak ada salahnya kita mengenal terlebih dahulu tentang lidah buaya tersebut.

Tanaman Lidah buaya (Aloe vera) merupakan spesies tumbuhan dengan daun berdaging tebal yang berasal dari Jazirah Arab dan telah menyebar ke kawasan beriklim tropis, semi-tropis, dan kering di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Lidah buaya dianggap sebagai spesies asli dari Jazirah Arab bagian barat daya. Namun, kini telah menyebar ke berbagai belahan dunia, sehingga mengalami naturalisasi di berbagai tempat seperti Afrika Utara, Sudan dan negara-negara sekitarnya seperti Spanyol Selatan, Kepulauan Kanarias, Tanjung Verde, Kepulauan Madeira.  

Lidah buaya juga mulai dibudidayakan di Tiongkok dan Eropa bagian selatan sejak abad ke-17.  Lidah buaya kini banyak dibudidayakan di kawasan tropis dan subtropis, serta kawasan-kawasan kering di Benua Amerika, Asia, dan Australia.




Cara Budidaya Tanaman Lidah Buaya







Tanaman lidah buaya banyak dibudidayakan untuk pertanian, pengobatan, dan tanaman hias, dan dapat juga ditanam di dalam pot.

Lidah buaya sering digunakan dalam berbagai produk seperti minuman, olesan untuk kulit, kosmetik, atau obat luar untuk luka bakar. Walaupun banyak digunakan secara tradisional maupun komersial, uji klinis terhadap tanaman lidah buaya belum membuktikan keefektifan atau keamanan untuk pengobatan maupun kecantikan.

Ada beberapa jenis lidah buaya yang paling banyak dibudidayakan karena memiliki nilai jual cukup tinggi, yaitu Aloe Ferox (berasal dari Afrika), Aloe Barbandensis (berasal dari Amerika), dan Aloe Sinensis (berasal dari Cina). Dari ketiga jenis tersebut Aloe Barbandensis merupakan lidah buaya yang memiliki kualitas terbaik, karena memiliki ukuran yang lebih besar serta tahan terhadap hama dan penyakit.


Cara Menanam dan Merawat Lidah Buaya di Dalam Pot atau Polybag.


Lidah buaya tidak bisa ditanam dengan cara distek pada daunnya. Apabila Anda ingin menanam Lidah Buaya harus menggunakan tanaman muda atau dengan tektik generatif yaitu dengan cara menanam menggunakan biji buah yang dihasilkan oleh tanaman lidah buaya itu sendiri.


Cara Menanam Lidah Buaya di Dalam Pot atau Polybag



Cara menanam Lidah Buaya terbilang cukup mudah, proses pemeliharaannya tidak terlalu sulit. Cara menanam lidah buaya alam pot atau polybag sebenarnya hampir sama dengan penanaman tanaman lain dimedia pot pada umumnya.  




Cara Menanam Lidah Buaya di Dalam Pot atau Polybag.



Cara pertama untuk  menanam lidah buaya di dalam pot atau polybag yaitu mempersiapkan terlebih dahulu segala bahan-bahan yang digunakan untuk menanam lidah buaya. Bahan-bahan yang harus dipersiapkan dan diperhatikan untuk menanam lidah buaya yaitu : 


  • Pot atau Polybag. Pemilihan pot atau plybag merupakan faktor penting yang menentukan pertumbuhan tanaman lidah buaya itu sendiri. Agar lidah buaya bisa tumbuh optimal, ukuran pot sangat berpengaruh. Memang pot dengan ukuran besar sangat membantu, namun ukuran yang terlalu besar kurang efisien untuk lahan sempit. Lebih baik pilihlah pot berukuran sedang, dengan ukuran diameter sekitar 20 cm untuk meminimalisir tempat dan modal.



  • Media Tanam. Keberhasilan budidaya lidah buaya sangat ditentukan oleh pemilihan media tanam, kerena media tanam merupakan tempat tumbuhnya. Jadi media tanam harus diperhatikan dengan komposisi yang tepat agar pertumbuhannya tidak terhambat. Untuk menanam lidah buaya, media tanam yang harus disiapkan adalah tanah, pasir, serta pupuk kandang dengan komposisi 2 : 1: 1.



  • Bibit. Setelah pot dan media tanam telah siap, cara menanam lidah buaya selanjutnya adalah proses pembibitan. Cara pembibitan dilakukan dengan proses vegetatif, yaitu dengan mengambil anakan yang tumbuh pada indukan. Cabutlah anakan lidah buaya hingga bagian akar, lalu tanam tersebut pada media tanam yang sebelumnya telah disiapkan. Agar terhindar dari kegagalan saat penanaman atau pembusukan, maka kedalaman lubang tanam harus diperhatikan. Usahakan jangan menanam terlalu dalam atau terlalu dangkal, idealnya lubang tanam berkisar antara 10 sampai 15 cm.



Baca juga : Cara Mengolah Daun Lidah Buaya Jadi Nata De Aloe Vera.

Cara Merawat Lidah Buaya di Dalam Pot atau Polybag.


Merawat lidah buaya di dalam pot atau polybag akan berhasil dan lidah buaya dapat subur dan cepat tumbuh besar tidak lepas dari proses perawatan yang baik dan benar dari tanaman lidah buaya itu sendiri.


Cara Merawat Lidah Buaya di Dalam Pot atau Polybag


Proses perawatan yang  dimulai setelah lidah buaya selesai ditanam. Cara perawatan lidah buaya cukup mudah, Namun jika salah perawatannya misalnya terlalu sering menyiram bukannya tambah subur dan besar malah akan mati dan busuk.

Beberapa hal yang harus diperhatikan serta dilakukan dalam proses perawatan lidah buaya di dalam pot antara lain:


  • Penyiraman. Cara menanam lidah buaya yang baik tidak lepas dari cara penyiraman yang tepat. Jangan menyiram langsung setelah proses penanaman selesai, beri jeda waktu beberapa hari setelah lidah buaya ditanam baru lakukan penyiraman. Karena penyiraman langsung beresiko membuat akar lidah buaya menjadi busuk. Setelah beberapa hari, lakukan penyiraman secara rutin terutama saat musim kemarau untuk mempercepat proses pertumbuhan.



  • Pemupukan. Pemupukan bisa dimulai saat umur lidah buaya sekitar 3 sampai 4 bulan dan setelah masa panen pertaman. Tujuan dari pemupukan ini adalah untuk mencukupi kebutuhan nutrisi serta manjaga unsur hara yang ada dalam tanah, terutama unsur kalium dan nitrogen yang sangat dibutuhkan untuk pembentukan klorofil atau zat hijau daun, pembentukan jaringan, serta merangsang pertumbuhan tanaman. Pupuk yang bisa digunakan antara lain Urea, TSP, dan KCL dengan takaran 1 : 1 : 1/2. Selain penggunaan pupuk kimia, bisa juga menggunakan pupuk kandang atau pupuk kompos untuk memperbaiki struktur media tanam.



  • Pembumbunan dan Penyobekan. Pembumbunan atau meninggikan media tanam dilakukan agar tanaman tetap kokoh, proses ini bisa dilakukan saat tanaman meninjak usia 3 bulan. Sedangkan penyobekan atau memisahkan anakan dari tamanam induk dapat dilakukan saat tanaman berusia 5 sampai 6 bulan. Pemisahan ini bertujuan agar tanaman indukan dapat tumbuh dengan baik.



  • Pengendalian Hama Penyakit. Salah satu kelebihan menanam lidah buaya dalam pot adalah minimnya serangan hama penyakit, serta tumbuhnya gulma atau rumput liar. Biasanya hama yang sering mengganggu tanaman lidah buaya dalam pot atau polybag adalah serangan ulat, sedangkan penyakit yang biasa menyerang tanman lidah buaya adalah fusarium sp yang ditandai dengan pembusukan batang dan pangkal tanaman. Kedua masalah tersebut bisa dihindari dengan melakukan penyemprotan insektisida dan fungsida untuk mencegah serangan ulat serta menghindari penyakit fusarium sp.




Cara Memanen Lidah Buaya.


Proses terakhir adalah cara memanen lidah buaya. Biasanya lidah buaya sudah dapat dipanen saat tanaman berumur 8 sampai 12 bulan, selanjutnya pemanenan kembali dapat dilakukan bertahap setiap 1 bulan sekali.



Cara Memanen Lidah Buaya

Tanaman lidah buaya dimanfaatkan getah lendirnya atau gel daun yang telah mengental. Oleh karena itu, panen dilakukan setelah produksi gelnya tinggi. Hal ini ditandai dengan ukuran pelepah daun yang besar, ketebalan pelepah daun sudah maksimal, dan daun berwarna hijau tetapi tidak tua. Bila daun telah tua kandungan gelnya berkurang.

Panen pertama dapat dilakukan setelah tanaman berumur 8 – 10 bulan, dan ketebalan daun kira-kira 40 cm – 50 cm, dengan berat 300 g – 600 g. Hal ini tergantung kepada kesuburan tanaman dan media penanamnya. Apabila ditanam dalam pot, berat daun ± hanya 1 ons – 2 ons per batang. Panen dapat dilakukan secara berkala 1 – 2 minggu sekali dengan cara memotong pangkal daun yang dimulai dari pelepah daun bagian bawah, karena daun bagian bawah ini bila dibiarkan terlalu lama akan meyentuh tanah sehingga membusuk.

Tiap pelepah dapat mencapai 300 g – 600 g berat basah, sedangkan populasi tanaman per ha dapat mencapai 40.000 – 60.000 tanaman. Dengan demikian, 1 ha tanah dapat menghasilkan 12 ton – 36 ton berat basah. 

Untuk mengembangbiakan tanaman lidah buaya, caranya cukup mudah. Lakukan pencangkokan tanaman atau penanaman tunas yang masih muda. Tunas muda yang siap untuk dipindahkan memiliki ukuran sekitar 7 sampai 12 cm.

Saat memotong tunas muda, lakukan dengan hati-hati, jangan sampai merusak batang dan akar. Kemudian biarkan tanaman yang telah dipotong dari indukan selama beberapa hari sebelum menanamnya dalam media tanam.




Kesimpulan.


Demikianlah cara menanam lidah buaya dalam pot yang bisa kamu coba dihalaman rumah Anda. Pastikan media tanam yang Anda gunakan tidak terlalu banyak mengandung air, agar tanaman lidah buaya tidak mudah busuk dan menghasilkan lidah buaya dengan kualitas terbaik.  Saat menanam lidah buaya dalam media pot ditempatkan dilokasi yang sejuk, sebaiknya sesekali mengeluarkan tanaman lidah buaya agar mendapat pasokan sinar matahari. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan perkembangan serta pertumbuhan tanaman. Selamat mencoba!

Selasa, 26 Mei 2020

Cara Mengusir dan Membasmi Tikus di Sawah

Cara Mengusir dan Membasmi Tikus di Sawah - Tikus adalah musuh utama para petani. Seringkali Hewan ini merusak tanaman padi di sawah sehingga menurunkan hasil produksi.


Cara Mengusir dan Membasmi Tikus di Sawah


Pada umumnya, tikus sawah (Rattus orgentiventer) tinggal di pesawahan dan sekitarnya, dan perkembangbiakan tikus sangatlah cepat. Jika secara teori, tikus berkembang biak menjadi 1.270 ekor per tahun dari satu pasang ekor tikus. hal ini menggambarkan betapa pesatnya populasi tikus dalam setahun. Perkembangbiakan tikus banyak dipengaruhi faktor lingkungan, terutama ketersediaannya sumber makanan dan populasi tikus akan meninglat berkaitan dengan puncak pada masa generatif.

Kegiatan tikus biasanya sangat aktif pada malam hari dan kegiatan hariannya sangat teratur mulai dari mencari makanan, minum dan mencari pasangan.Untuk menghindari dari lingkungan yang tidak menguntungkan, tikus membuat sarang pada daerah yang lembab, berdekatan dengan sumber air dan makanan seperti di batang pohon, sela-sela batu, tanggul, jalan kereta api dan perbukitan yang kecil.

Petani harus dapat membedakan mana yang disebut tikus sawah dan mana tikus rumah. Pada umumnya,tikus salah selain melakukan aktivitasnya di sawah, juga dapat melakukan aktivitasnya di rumah. Sedangkan tikus rumah (Rattus ratusdiardii) hanya melakukan aktivitasnya hanya di rumah saja.


Cara Mengendalikan Populasi Hama Tikus Di Sawah.




Monstutor.com - Usaha untuk mengendalikan tikus ini sudah banyak dilakukan oleh para petani. Tetapi diakui, bahwa dengan cara pengendalian itu belum optimal, sehingga harapan untuk menekan populasi tikus sangatlah sulit.

Pengendalian hama tikus ini akan terlaksana dengan baik bila petani mempelajari konsep dasarnya dan menguasai berbagai cara pengendalian ke dalam suatu program yang sesuai dengan jenis organisme pengganggu dan ekosistem pertanian di tempat tersebut.

Sebelum melangkah pada usaha pengendalian tikus sawah, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu biologis dan ekologi tikus, sehingga petani akan lebih mudah mengidentifikasi untuk selanjutnya melakukan pengendalian. Tikus termasuk ordo Rodentia, famili Muridae dan sub-famili Murinae. Dari sub-famili ini ada dua genus yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia yakni genus Mus dan Rattus.


Berikut adalah cara pencegahan yang dapat anda lakukan untuk mengendalikan populasi hama tikus pada tanamana padi di sawah :


  • Melakukan pembersihan lahan atau sanitasi lingkungan, pembersihan rumput rumput atau semak-semak yang suka digunakan tikus untuk bersarang.
  • Dengan melakukan pemburuan atau dengan cara membunuh tikus secara langsung misalnya melakukan pembongkaran lubang-lubang sarang tikus, kemudian diburu dan dibunuh dan memasukkan air ke dalam sarangnya atau lubang lubang sarang tikus.
  • Penanam secara serempak meliputi areal yang laus, misalnya seluas 0-100 hektar. Cara ini dilakukan untuk melakukan tersedianya makanan bagi tikus.
  • Memanfaatkan cara pengendalian tikus yang biasa digunakan, seperti penggenangan sarang tikus, pemerangkapan, bunyi-bunyian, penjaringan dan cara-cara lainnya.
  • Biologi/hayati dengan memanfaatkan musuh-musuh alaminya seperti ular sanca, ularwelang, burung hantu dan lainnya.
  • Memasang tirai persemaian pada saat padi disemai, di mana cara ini dilakukan untuk melindungi persemaian padi dari hama tikus. Bahan yang digunakan dari lembaran plastik atau lembaran kaleng bekas, tirai di pasang di sekitar persemaian dengan tingga sekitar 60 cm.
  • Dengan pemberian Rodentisida, hanya apabila populasi tikus sangat tinggi terutama pada saat bera atau awal tanam. Penggunaan rodentisida harus sesuai dosis anjuran. Umpan ditempatkan di habitat utama tikus, seperti tanggul irigasi, jalan sawah, pematang besar, atau tepi perkampungan.
  • Dengan memberikan Fumigasi dapat efektif membunuh tikus dewasa beserta anak-anaknya di dalam sarang. Agar tikus mati, tutuplah lubang tikus dengan lumpur setelah difumigasi dan sarang tidak perlu dibongkar. Lakukan fumigasi selama masih dijumpai sarang tikus terutama pada stadium generatif padi.
  • Dengan melakukan pencegahan LTBS atau Linier Trap Barrier System atau berupa bentangan pagar plastik/terpal setinggi 60 cm, ditegakkan dengan ajir bambu setiap jarak 1 m, dilengkapi bubu perangkap setiap jarak 20 m dengan pintu masuk tikus berselang-seling arah.. LTBS dipasang di daerah perbatasan habitat tikus atau pada saat ada migrasi tikus. Pemasangan dipindahkan setelah tidak ada lagi tangkapan tikus atau sekurang-kurangnya di pasang selama 3 malam.


Cara  Mengusir Tikus Dengan Bahan Alami.


Selain dengan cara diburu dan dibunuh menggunakan bahan kimia, berikut merupakan beberapa cara untuk mengusir tikus yang ampuh menggunakan bahan alami yang layak dicoba, yaitu :



1. Dengan Lada bubuk.
Cara mengusir tikus dengan lada bubuk adalah dengan menaruh lada bubuk di sarang persembunyian tikus tersebut atau di tempat-tempat yang sering didatangi oleh hewan pengerat tersebut. Senyawa piperin yang terkandung pada lada sangat menyengat akan membuat tikus merasa terganggu dan pergi.


2.  Dengan Irisan Bawang.
Bawang sangat efektif untuk mengusir tikus secara alami. Bau bawang yang menyengat dianggap oleh tikus sangat menjijikkan. Tikus tidak menyukai aroma dari bawang tersebut. Caranya taruh irisan bawang di tempat yang sering tikus datangi atau di tempat persembunyiannya, dijamin tikus tidak segera kabur.


3.  Dengan Minyak Peppermint.
Minyak peppermintjuga dapat digunakan untuk mengusir tikus karena tikus tidak tahan bau yang menyengat. Caranya adalah mencelupkan beberapa bola kapas dalam minyak peppermint dan menaruhnya di tempat yang sering tikus datangi atau di tempat persembunyiannya, dijamin tikus tidak segera kabur. Kita juga juga bisa menggunakan serai atau minyak jarak.


4.  Dengan Kulit Telur.
Selain itu juga kita dapat mengusir tikus dengan menggunakan kulit telur. Caranya haluskan kulit telur sampai menjadi bubuk. Taburkan bubuk kulit telur tersebut di tempat yang sering dilewati tikus.


5. Dengan Kulit Buah Durian.
Buah durian ternyanta dapat dipakai untuk cara mengusir tikus. Caranya adalah dengan menggunakan bagian kulitnya.Potong kulit buah durian kemudian letakkan di tempat-tempat yang sering didatangi oleh tikus tersebut. Aroma dari buah durian yang menyengat sangat ampuh sebagai salah satu cara mengusir tikus.


6.  Dengan bubuk cabai dicampur deterjen dan air.
Cara mengusir tikus yang lainnya adalah dengan menggunakan campuran bubuk cabai dicampur dengan deterjen dan air.Caranya adalah taruh campuran tersebut ke dalam botol semprotan. Semprotkan cairan tersebut ketika tikus muncul. Cairan ini sangat efektif untuk cara mengusir tikus karena tikus akan merasa panas dan kemudian akan kabur.


7. Dengan Baking Soda.
Baking soda juga dapat digunakan sebagai cara untuk mengusir tikus secara alami. Cara mengusir tikus dengan menggunakan baking soda adalah dengan mencampurkan baking soda ke makanan yang kerap diincar oleh tikus. Dengan memakan makanan yang sudah diberi soda akan membuat badan tikus menggembung karena mereka tidak bisa mengeluarkan gas yang dihasilkan oleh soda. Tikus tidak akan langsung mati di tempat, melainkan mereka akan lari ke ruang terbuka sebelum mati karena menahan gas tersebut.


8. Dengan Daun Mint.
Daun mint juga dapat digunakan sebagai cara untuk mengusir tikus secara alami. Tikus tidak tahan dengan aroma mint yang tajam, sehingga jika menciumnya saja, tikus-tikus ini bisa mabuk dan terkulai lemas.

Caranya:


  • Siapkan seikat daun mint
  • Masukan dalam air dalam wadah sambil diremas-remas
  • Setelah larut, kemudian ambil sarinya
  • Masukan Air tersebut ke dalam botol semprotan
  • Semprotkan cairan mint ke area yang sering dilalui tikus.



9. Dengan Buah Mengkudu.
Buah mengkudu juga sangat bermanfaat sebagai cara mengusir tikus secara alami. Caranya cukup mudah yaitu dengan menghancurkan buah mengkudu kemudian melarutkannya pada air. Semprotkan larutan tersbeut pada area yang sering dilalui oleh tikus atau semprotkan pada lubang tikus. Cara ini akan membuat tikus kabur dan tidak akan berani datang lagi.